2015 Jepang Butuh 600.000 Perawat

JAKARTA,

KOMPAS.com

— Tahun 2050 negara-negara Eropa bakal membutuhkan 60 juta tenaga kerja, khususnya perawat. Karena pada waktu itu masyarakat Eropa berumur 50-80 tahun sehingga sudah tidak lagi produktif.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Pembinaan Tenaga Kerja Indonesia Jumhur Hidayat saat menjadi pembicara dalam Dialog Terbuka “Membedah Gagasan Anak Bangsa” di Jakarta Media Center, Jakarta, Rabu (11/2). “Terjadi dependend society pada tahun 2050, yakni terjadinya pergantian masyarakat dari umur produktif menjadi tidak,” katanya.

Selain Eropa, lanjut Jumhur, Jepang juga membutuhkan tenaga kerja sebanyak 600.000 pada tahun 2015. Ini diperoleh dari hasil perbincangan tahun lalu saat kerja sama bilateral tentang pengiriman TKI ke Jepang sebanyak 10.000. “Saya bahkan ditertawakan oleh Pemerintah Jepang dengan mengirimkan tenaga kerja yang hanya berjumlah 10.000, padahal mereka membutuhkan lebih dari itu,” ujar Jumhur.

Kata Jumhur, tenaga kerja sekelas perawat saja di Jepang mampu meraup penghasilan sebesar Rp 20 juta per bulan. “Jika pemerintah konsen pada hal ini, haruslah mengubah pengiriman tenaga kerja kita dari sekadar pembantu rumah tangga menjadi tenaga-tenaga ahli,” anjurnya.

Maka diperlukan arah pembangunan tenaga kerja dari mental buruh menjadi pemberdayaan tenaga kerja. “Melatih tenaga kerja Indonesia untuk berbahasa Inggris aktif misalnya,” ujar Jumhur.

C2-09

sumber : bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/03/11/14171115/2015.Jepang.Butuh.600.000.Perawat